BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan ke Ahli waris Marbot Masjid

$rows[judul] Keterangan Gambar : Penyerahan santun an bagi anggota BPJS Ketenagakerjaan oleh BPjS ke ahli waris di saksikan LTM NU kabupaten Pasuruan.


BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp42 Juta untuk 3 Marbot Masjid Wafat, Diberikan Saat Diklat Perpustakaan Masjid PC LTMNU Pasuruan*


PASURUAN wartapro.com

–

Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya ikut program BPJS BPJS Ketenagakerjaan kabupaten Pasuruan menyerahkan santunan Jaminan Kematian senilai Rp. 42.000.000 kepada ahli waris 3 orang marbot atau pengurus masjid yang wafat.

Penyerahan dilakukan secara simbolis pada acara Diklat Perpustakaan Masjid yang digelar PC Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan, Minggu (22/6/2026) di Aula Kantor PCNU Pasuruan.

Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp.42 juta. Bantuan itu merupakan hak dari program Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

*Apresiasi untuk Pejuang Langit Masjid* 

Ketua PC LTMNU Kabupaten Pasuruan, Drs. Mundir Muslim, M.M., Pd. menyampaikan rasa syukur atas sinergi yang sudah terjalin. 

“Alhamdulillah, PC LTMNU sudah 2 tahun bersinergi, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Marbot ini garda terdepan masjid. Mereka adzan, jaga kebersihan, buka-tutup masjid. Hari ini mereka kita pastikan dapat perlindungan. Tetapi a ggota juga melakukan kwajiban iuran setiap bulan kisaran 10.000- 20.000 perbulan, hal Ini bentuk perhatian negara hadir untuk para pejuang takmir masjid,” ujar Kiai Mundir.

Menurut beliau, melalui kerjasama 2 tahun ini, ribuan marbot, takmir, dan guru ngaji di Kabupaten Pasuruan sudah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang disubsidi PC LTMNU dan donatur.

*Sinergi LTMNU dan BPJS Ketenagakerjaan* 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, santunan Rp. 42 juta itu terdiri dari Jaminan Kematian Rp.42.000.000. 

“Program ini iurannya sangat ringan, hanya Rp10.000 per bulan per orang.dulu disubsidi setelah habis subsidi bayar sendiri, Tapi manfaatnya sangat besar.

Harapan kami, semua marbot dan takmir masjid di Pasuruan terlindungi. Jangan sampai yang mengurus rumah Allah, lupa diurus jaminan sosialnya,” jelasnya.

*Diklat Perpustakaan Masjid* 

Penyerahan santunan dikemas dalam kegiatan Diklat Perpustakaan Masjid yang diikuti 180 takmir dari berbagai kecamatan. Materi diklat meliputi manajemen perpustakaan masjid, literasi digital, dan optimalisasi dana infak untuk pemberdayaan umat.

Kiai Mundir menambahkan, masjid ke depan harus menjadi pusat literasi dan kesejahteraan. 

“Masjid bukan hanya tempat sujud. Tapi juga tempat baca, tempat belajar ekonomi, dan tempat jaminan sosial warganya beres. Itu pesan NU,” tegasnya.

Salah satu ahli waris, Ibu Siti Aminah dari Masjid Al-Ikhlas Bangil, mengucapkan terima kasih. “Almarhum suami saya marbot 15 tahun. Nggak nyangka ada bantuan sebesar ini. Sangat membantu untuk anak sekolah,” katanya dengan haru. (Red/sob) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)