Menjelang Peringatan Hari Kebangkitan nasional Kang Subari Ajak Nulis Buku

$rows[judul]

Menjelang Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei  

Kang Subari, SE. M.Pd  adalah Penulis buku "Manajemen Pendidikan Berbasis Cinta dan Kasih Sayang"

Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya soal upacara, bendera, dan pidato. 20 Mei 1908 lahir karena para pemuda sadar: merupakan kebangkitan pemuda yang ingin bangkit harus melek ilmu, dan ilmu itu dititipkan dalam buku.

Subari, selain penulis buku "Manajemen Pendidikan Berbasis Cinta dan Kasih Sayang" Juga ketua Asosiasi penulis buku Indonesia, ( APBI) ingin mengajak kita semua bangkit selain baca di handphone juga sempatkan membaca dan menulis Buku,  

Mari kita beralih. Beralih dari sekadar scroll berita 15 detik, kembali ke membaca buku.

Mengapa membaca buku?

1.Membaca uku menambah kosa kata.  

Satu buku  mini mal 100 halaman bisa memberi kita 500-1000 kata baru. Dengan kosa kata banyak, kita tidak gagap saat bicara di forum, tidak bingung saat menulis laporan, tidak mudah dibodohi hoaks. Orang yang kosa katanya miskin, pikirannya pun sempit.

2.Membaca uku melatih cara berpikir.  

Saat membaca, kita dipaksa mengikuti alur logika penulis. Itu melatih otak kita berpikir runtut. Orang yang sering membaca, bicaranya lebih teratur, tulisannya lebih enak dibaca.

3. Baca uku menanamkan nilai kejujuran dan kemandirian.  

Buku yang baik tidak hanya memberi ilmu, tapi juga memberi hati. Seperti buku tentang cinta dan kasih sayang dalam pendidikan, ia mengingatkan kita bahwa mengajar bukan hanya transfer ilmu, tapi transfer nilai.  

Jangan tunggu “nanti kalau ada waktu”. Waktu tidak akan datang sendiri. Sisihkan 20 menit sehari. 1 buku sebulan. 12 buku setahun. Itu sudah cukup untuk mengubah cara kita berbicara, menulis, dan berpikir.


Kalau kita ingin Indonesia bangkit, maka *kebangkitan itu harus dimulai dari kebangkitan membaca*. Karena bangsa yang malas membaca, akan selalu dipimpin oleh orang yang hanya pandai bersuara.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional.  

Mari bangkit dengan membaca. Mari kuat dengan menulis. dengan menulis buku karya kita akan di baca dan dikenang oleh Masyarakat. 

Subari, SE., M.Pd adalah kandidat Doktor Manajemen pendidikan Islam. dan Ketua Asosiasi Penulis Buku Indonesia (APBI)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)