Keterangan Gambar : Kang Subari bersama takmir masjid Agung Bangil
Pasuruan, wartapro. Com.
Menjelang hari jadi Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, perlu adanya edukasi tentang sejarah asal usul agar ada cerita yang bisa di informasikan ke generasi
Ketika menelusuri asal usul Masjid Agung Bangil Pasuruan diantar oleh pengurus Takmir Ahmad Basyir, melihat artriktik Bangunan di masjid Agung ditemukan pada tahun 1470 M., berikut penelusuran kang Subari pegiat literasi tentang asal usul masjid Agung Bangil dan kabupaten Pasuruan,
saya menemukan informasi bahwa Masjid Agung Bangil Pasuruan didirikan pada tahun 1278 H atau sekitar abad ke-19 Masehi.
Masjid ini terletak di Jalan Alun-Alun Barat No. 66 A, kelurahan Kauman, kecamatan Bangil, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Menurut cerita masyarakat setempat, bangunan masjid ini adalah masjid tiban (tiba-tiba muncul), namun sebenarnya dibangun oleh seorang yang alim dengan dibantu para pengikutnya.
Masjid Agung Bangil Pasuruan memiliki luas tanah sekitar 2.500 meter persegi dan luas bangunan sekitar 2.000 meter persegi. Masjid ini dapat menampung sekitar 5.000 hingga 6.000 jamaah.
Masjid ini juga memiliki berbagai fasilitas, seperti taman, gudang, tempat penitipan sepatu/sandal, ruang belajar, ruang aula serba guna, ruang perpustakaan, ruang kantor sekretariat, penyejuk udara/AC, sound system dan multimedia, pembangkit listrik/genset, ruang kamar mandi/WC, tempat wudhu, sarana ibadah, dan ruang dan peralatan radio.
Kang Sobari diajak keliling oleh takmir mohammad Hamid Basir: di tunjukkan bentuk bangunan masjid yang arsitektur nya kuno seperti masjid Demak, ada 16 pilar yang menyangga berdirinya masjid Agung Bangil Kabupaten Pasuruan . Dengan adanya masjid bangil ini memiliki sejarah yang kaya dan panjang. Berikut adalah ringkasan sejarah asal usul kabupaten Pasuruan:
Masa Pra-Kolonial
- Pada abad ke-10, Pasuruan sudah dikenal sebagai daerah yang strategis dan ramai, terutama sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara.¹
- Pada masa Kerajaan Airlangga, Pasuruan sudah dikenal dengan sebutan "Paravan".
- Pada masa Kerajaan Majapahit, Bangil Pasuruan dijadikan tempat pendidikan rohani.
Masa Kolonial
- Pada tahun 1613 M Pasuruan secara resmi menjadi kabupaten dengan Bupati pertama Tumenggung Darmoyudo I.
- Pada tahun 1684, Pasuruan dipimpin oleh tokoh legendaris Bupati Untung Suropati.
Masa Kemerdekaan
- Pada tanggal 14 Agustus 1950, Kotamadya Pasuruan dinyatakan sebagai daerah otonom.
- Pada tanggal 21 Desember 1982, Kotamadya Pasuruan diperluas menjadi 3 kecamatan dengan 19 kelurahan dan 15 desa.
- Pada tanggal 12 Januari 2002, terjadi perubahan status desa menjadi kelurahan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2002.
Dengan demikian, Kabupaten Pasuruan memiliki sejarah yang panjang dan kaya, mulai dari masa pra-kolonial hingga masa kemerdekaan. Hari jadi kabupaten Pasuruan pada tanggal 18 September. Ditemukan pada tahun 929 M saat ini sudah usia 1096 tahun. Pasuruan memiliki 24 kecamatan dan 365 desa yang tersebar di seluruh plosok kabupaten Pasuruan. Jadi jika ingin keliling desa sebanyak 365 desa genap 1 tahun. Sehingga oleh kang Subari kabupaten Pasuruan di juluki kota 1001 Malam. ( Bersambung)
Tulis Komentar