Mengapa Sekolah Islam menggunakan Nama Wali dan Tokoh, kenapa ya, berikut pengamatan ustadz Subari

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ustadz subari saat memegang cangkir kopi dan kopi merk pak de

Perguruan tinggi Islam di Indonesia sering menggunakan nama tokoh-tokoh pejuang Islam sebagai nama institusi mereka karena beberapa alasan yang di amati oleh filsuf Ustadz Subari mahasiswa Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam, sebagai berikut alasannya yang di pasukan dari berbagai sumber, 

1.Menghormati dan mengenang jasa para tokoh-tokoh pejuang Islam, Tokoh-tokoh seperti Sultan, Sunan, dan Kyai Haji adalah pejuang Islam yang telah berjasa besar dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia. Dengan menggunakan nama mereka, perguruan tinggi Islam ingin menghormati dan mengenang jasa mereka.

2.Mengembangkan nilai-nilai Islam, Nama-nama tokoh pejuang Islam tersebut juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Islam seperti keberanian, kesabaran, dan kebijaksanaan. Dengan menggunakan nama mereka, Perguruan tinggi Islam ingin mengajarkan nilai-nilai filosofi tersebut kepada mahasiswanya.

3.Mengidentifikasi diri sebagai institusi Islam, yang bonafit dan kredibel. Dengan menggunakan nama tokoh-tokoh pejuang Islam, perguruan tinggi Islam ingin mengidentifikasi diri mereka sebagai institusi perguruan Tinggi yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kebanggaan mahasiswa terhadap identitas Islam mereka.

4.Mengembangkan tradisi dan budaya Islam, Nama-nama tokoh pejuang Islam tersebut juga dapat membantu mengembangkan tradisi dan budaya Islam di Indonesia.

Dengan menggunakan nama mereka, perguruan tinggi Islam ingin melestarikan dan mengembangkan tradisi dan budaya Islam tersebut.

Berikut nama namsa perguruan tinggi yang ada antara lain, :

Contoh-contoh nama perguruan tinggi Islam yang menggunakan nama tokoh-tokoh pejuang Islam adalah:

-Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya ( UINSA),

Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

-Institut Agama Islam Sunan Giri (IAISG)

-Universitas Islam Kyai Haji Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember

-Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto jawa Timur. 

Menurut Subari kandidat Doktor Management Pendidikan Islam ini, dia menambahkan, Jika Perguruan Tinggi Islam dengan menggunakan  identitas nama wali atau nama Raja akan lebih di kenal dan mudah di ingat masyarakat nama perguruan tinggi Islam di Indonesia tersebut. Manfaat lainya dapat mengembangkan nilai-nilai Islam, mengidentifikasi diri sebagai institusi kampus Islam, dan melestarikan tradisi dan budaya Islam di Indonesia khususnya dan di mata internasional umumnya. 

***. Subari adalah Mahasiswa Program Doktor di Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto jawa Timur.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)