Keterangan Gambar : Pengurus yayasan dan guru serta Siswa foto bersama
Pasuruan,wartapro.com
Untuk mempererat tali silaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri 1447 H, pengurus Ikatan sarjana Nahdlatul ulama (ISNU) kabupaten Pasuruan, mengajak silaturahmi dan saling memaafkan. Momen hari Raya Idul Fitri menjadi saat yang tepat untuk kembali ke fitrah dan mempererat tali persaudaraan.
Dr. H. Ahmad Adip Muhdi M. Hi Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan, mengajak dan menjaga kelestarian tradisi silaturahmi sebagai fondasi kekuatan umat dan bangsa.
Menurut Dr. Adip, Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, melainkan momentum transformasi spiritual untuk menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama.
“Silaturahmi adalah energi sosial kita. Di tengah gempuran era digital, tradisi saling berkunjung dan memaafkan secara langsung harus tetap dijaga kelestariannya. Ini adalah warisan luhur yang memastikan kohesi sosial kita tetap kokoh,” ujar Dr. Adip dalam pesan refleksi Idulfitrinya.
Ia menambahkan bahwa bagi kaum sarjana dan intelektual NU, silaturahmi juga menjadi sarana untuk mendiskusikan gagasan dan solusi bagi permasalahan masyarakat di Kabupaten Pasuruan.
Sebagai pimpinan organisasi, Dr. Ahmad Adip Muhdi secara rendah hati menyampaikan permohonan maaf yang mendalam, baik atas nama pribadi maupun keluarga.
“Secara pribadi dan keluarga, saya memohon maaf lahir dan batin apabila selama saya mengemban amanah memimpin PC ISNU Kabupaten Pasuruan terdapat kekurangan, kekhilafan, maupun hal-hal yang kurang berkenan di hati,” tuturnya.
Ia juga memberikan catatan reflektif mengenai perjalanan organisasi. Sejauh ini, PC ISNU Kabupaten Pasuruan telah berupaya aktif menjadi mitra strategis bagi berbagai pihak dan memberikan kontribusi maksimal dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan. Namun, ia menyadari bahwa sebagai organisasi, kesempurnaan adalah hal yang terus diperjuangkan.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menjalankan roda organisasi. Oleh karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada: Jajaran Pengurus PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Pasuruan, PCNU Kabupaten Pasuruan selaku orang tua kami serta.PW ISNU Jawa Timur selaku pembina kami”
“Kekurangan yang ada akan kami jadikan bahan evaluasi untuk terus berbenah, agar ISNU semakin memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa di masa depan,” pungkasnya.
Tulis Komentar