peduli Dengan Adiwiyata Terbitkan Buku Manajemen KURIKULUM Sekolah Adiwiyata sehat dan Bermartabat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sekolah sehat bermartabat

Sekolah Sehat bermartabat. 

Untuk memberikan kemudahan dan praktek budidaya tanaman di rumah maupun di sekolah saya membuat buku panduan dan manajemen Sekolah. 

Manajemen Sekolah Adiwiyata Sehat dan Bermartabat. 

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi kekuatan dan kesempatan sehingga buku  "Manajemen Sekolah Adiwiyata Sehat dan Bermartabat” ini dapat selesai ditulis.

Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter, kebiasaan baik, dan kepedulian terhadap lingkungan. Itulah ruh dari program *Adiwiyata* – sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Sayangnya, banyak sekolah yang menganggap Adiwiyata hanya soal lomba, plakat, dan foto bersama. Setelah penilaian selesai, kebiasaan baiknya ikut selesai.

Buku ini hadir untuk meluruskan itu. 

Di dalamnya, saya tuliskan secara runtut dan praktis:

1. Apa  Sekolah Adiwiyata itu ?  

Kita kupas makna, tujuan, dan 4 komponen utama Adiwiyata: kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, dan pengelolaan sarana prasarana ramah lingkungan. Tidak pakai bahasa birokrasi yang berat, tapi bahasa guru, kepala sekolah, dan warga sekolah sehari-hari.

2. Bagaimana Membuat Sekolah yang Sehat dan Bermartabat?  

Sehat bukan hanya tidak ada sampah. Sehat berarti udara bersih, air layak, kantin sehat, dan warga sekolah yang sehat jasmani-rohani. Bermartabat berarti semua warga sekolah dihargai, punya peran, dan bangga dengan sekolahnya. Saya berikan langkah konkret mulai dari kebersihan kelas, kebun sekolah, bank sampah, hingga budaya 5S di lingkungan sekolah.

3. Bagaimana Mempertahankan Adiwiyata di Semua Level?  

Menjadi Adiwiyata tingkat Kabupaten/Kota itu satu perjuangan. Mempertahankannya sampai tingkat Provinsi, Nasional, bahkan *Mandiri* adalah perjuangan yang lebih panjang. Buku ini berisi strategi pembinaan berkelanjutan, peran komite sekolah dan masyarakat, sistem monitoring sederhana, dan cara agar program tidak mati ketika kepala sekolah berganti.

Buku ini ditulis dari pengalaman mendampingi puluhan sekolah di Pasuruan dan sekitarnya. Tidak ada teori muluk. Yang ada adalah cerita lapangan, contoh nyata, dan format yang bisa langsung ditiru.


Harapan saya sederhana: setelah membaca buku ini, Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Guru, dan Komite tidak lagi bingung “mau mulai dari mana”. Karena Adiwiyata yang sehat dan bermartabat itu bisa dimulai dari menyapu halaman, menanam satu pohon, dan mengajak satu anak peduli.

Semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Jika anda ada Kritik dan masukan sangat saya harapkan.. Buku setebal 280 Halaman di cetak oleh PT. Pasuruan Berkah Solusindo, bisa di pesan di kangsobari71@gmail.com

Selamat membaca. Selamat bertindak. Mari kita jadikan setiap sekolah sebagai tempat yang sehat, hijau, dan membanggakan.


*Pasuruan, Mei 2026*  

Subari, SE. M.Pd  

Pegiat Literasi & Lingkungan Pendidikan.  

Penulis buku “Manajemen Pendidikan Berbasis Cinta dan Kasih Sayang. 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)