Kang Subari coba Teliti Sekam Padi bisa Jadi bahan Baku furniture

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kang Subari saat di halaman kampus Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto jatim

Sekam padi dapat diolah menjadi berbagai macam produk, termasuk perabot rumah tangga dan furniture.Ramah lingkungan, Berikut adalah cara mengolah sekam padi menjadi produk yang lebih bernilai:


Pengolahan Sekam Padi menjadi bubuk, 

1.Pembersihan, Sekam padi harus dibersihkan dari kotoran dan debu.

2.Pengeringan, Sekam padi dikeringkan untuk mengurangi kadar air.

3.Penggilingan, Sekam padi digiling menjadi bubuk halus.


Pembuatan Produk Bahan Baku. Antara lain meliputi:

1.Pembuatan Papan Partikel, Bubuk sekam padi dicampur dengan resin dan bahan kimia lainnya, kemudian dipress menjadi papan partikel.

2.Pembuatan Furniture, Papan partikel dapat digunakan untuk membuat berbagai macam furniture, seperti meja, kursi, dan lemari.

3.Pembuatan Perabot Rumah Tangga, Bubuk sekam padi dapat dicampur dengan bahan lainnya untuk membuat perabot rumah tangga, seperti vas, pot, dan hiasan dinding. Sebelumnya diolah jadi bubuk dicampur dengan larutan kemudian dicetak sesuai keinginan. 


Bahan Tambahan dari Bahan Kimia yang sering digunakan dalam Pengolahan sekam padi adalah menjadi bahan baku furniture, sebagai berikut;


1.Resin adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengikat bubuk sekam padi menjadi papan partikel sehingga bisa, melekat, tidak mudah lepas. Menyatu seperti kayu utuh. 

2.Bahan Pengisi Bahan ini untuk mengisi  dalam produk seperti silika atau kalsium karbonat dapat ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan produk.

3.Bahan Pewarna Bahan pewarna dapat ditambahkan untuk memberikan warna yang diinginkan pada produk.


Namun, perlu diingat bahwa penggunaan bahan tambahan dari bahan kimia harus memperhatikan regulasi dan standar keamanan yang berlaku di Indonesia.


Dengan demikian, sekam padi dapat diolah menjadi berbagai macam produk yang bernilai dan ramah lingkungan.memang bahan baku sekam ini masih belum jarang yang mengolah sehingga belum banyak yang tahu manfaatnya. Inovasi memang butuh bantuan dana dan dukungan dari birokrasi sehingga akan terwujud menjadi karya yang luar biasa. Subari, seorang ilmuwan ini, sering melakukan ujicoba, dan menyadari, Banyak para ilmuwan Indonesia pinter tetapi tidak di dukung oleh pemerintah sehingga ilmunya jalan di tempat, jika beruntung produknya dibeli oleh luar negeri kemudian oleh orang luar negeri di jual ke Indonesia. Contoh saat Indonesia terkena wabah covid, banyak ilmuwan Indonesia menemukan obat virus, yang beri label merah putih tetapi penelitian mereka tidak di lindungi atau pakai lebih baik pakai label luar negeri. Jangan heran jika para mahasiswa kuliah diluar negeri diberi beasiswa tidak balik ke negeri nya karena tidak di hargai di negara nya.

Subari berharap dengan ide penelitian sekam padi yang melimpah jadi limbah ini bisa diubah menjadi barang yang bernilai tinggi sebagai bahan baku furniture pengganti bahan plastik yang lama mengurainya. Semoga ada pemerintah melalui kementerian atau Lembaga  Perguruan tinggi yang respon untuk di ajak kerjasama meneliti sekam jadi bahan baku peralatan rumah tangga inj bisa hubungi emailnya sobaripsr@gmail.com

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)